Sumber daya tambang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Berbagai jenis sumber daya tambang seperti emas, perak, batubara, petrol, dan lainnya digunakan untuk berbagai keperluan. Artikel ini akan membahas tentang salah satu sumber daya tersebut, yaitu sumber daya tambang yang merupakan batuan sedimen, terbentuk dari sisa tumbuhan yang telah mati dan mengendap selama jutaan tahun yang lalu.
Batubara: Hasil Sedimen dari Tumbuhan yang Telah Mati
Jika ditanya sumber daya tambang apa yang berasal dari sisa tumbuhan mati, jawabannya adalah batubara. Batubara adalah jenis bahan bakar fosil yang terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang mati dan mengendap di bawah lapisan tanah dan bebatuan selama jutaan tahun. Proses pembentukan batubara ini disebut “koleseifikasi”, dan seluruh proses ini membutuhkan kondisi tekanan dan suhu tertentu serta jutaan tahun waktu.
Proses Pembentukan Batubara
Proses pembentukan batubara dimulai ketika tumbuhan mati dan jatuh ke tanah, biasanya ke lingkungan yang lembab seperti rawa-rawa. Di bawah tekanan udara dan tanah, material organik ini lambat laun berubah menjadi turba. Dalam jangka waktu yang sangat lama — ratusan hingga jutaan tahun — pada kondisi tekanan dan suhu yang terus meningkat, turba ini berubah menjadi batubara.
Jenis-Jenis Batubara
Terdapat empat jenis batubara berdasarkan kadar karbon: lignit, sub-bitumin, bitumin, dan antrasit. Lignit memiliki kadar karbon terendah dan antrasit memiliki kadar karbon tertinggi. Kadar karbon dalam batubara menentukan kualitas dan penggunaannya.
Manfaat dan Penggunaan Batubara
Batubara merupakan bahan bakar fosil yang banyak digunakan dalam produksi listrik, pemanas industri, dan produksi baja. Selain itu, batubara juga digunakan dalam produksi bahan kimia, plastik, tar, dan banyak produk lainnya.
Dampak Lingkungan Batubara
Meski bermanfaat besar, penggunaan batubara juga memiliki dampak lingkungan yang signifikan. Pembakaran batubara dapat menghasilkan partikel halus dan gas rumah kaca seperti dioksida belerang, nitrogenoksida, dan karbon dioksida. Ekstraksi batubara juga dapat merusak lingkungan, mengakibatkan kerusakan habitat, polusi air dan tanah.
Dalam konteks keberlanjutan dan dampak lingkungan, penting bagi kita untuk memahami asal-usul dan dampak penggunaan bahan tambang seperti batubara. Dengan pemahaman tersebut, kita dapat membuat pilihan yang lebih berpengetahuan dan berkelanjutan untuk kebutuhan energi kita.