Dalam sastra Indonesia klasik, hikayat merupakan salah satu bentuk sastra prosa yang berisikan cerita rakyat, legenda, ataupun mitos. Hikayat seringkali mengungkapkan berbagai amanat dan nilai-nilai yang dapat diambil sebagai pelajaran hidup. Kutipan hikayat yang diajukan dalam pertanyaan berisi pernyataan dari seorang tokoh bernama Indera Bangsawan. Menggali amanat dari kutipan ini akan membantu kita memahami lebih dalam mengenai pesan yang ingin disampaikan oleh sang penulis.
Amanat Tersirat yang Terkandung dalam Kutipan Hikayat
Dalam kutipan hikayat, Indera Bangsawan menyebutkan kondisinya yang tak memiliki nama dan bapak, serta hidup di hutan belantara. Selanjutnya, Indera Bangsawan mendengar tentang anak raja yang berniat membunuh Buraksa dan merebut kepemilikannya. Namun, ia merasa hanya dia yang mampu melawan Buraksa tersebut – bukan anak-anak raja.
Amanat tersirat dalam kutipan ini adalah mengenai keberanian dan kekuatan diri. Indera Bangsawan, meski tanpa identitas dan dukungan sosial seperti orang lain (raja dan bangsawan), tetapi dengan keberaniannya sendiri, ia memilih untuk melawan buraksa yang tidak dapat dikalahkan oleh orang lain.
Kutipan ini juga memberi pesan tentang pentingnya keadilan dan melawan penindasan. Indera Bangsawan tahu bahwa anak raja berniat membunuh Buraksa dan mengambil apa yang menjadi miliknya. Memilih untuk melawan ini menunjukkan Indera Bangsawan sebagai sosok pejuang keadilan, meskipun mungkin harus menghadapi ancaman.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, kutipan hikayat yang diajukan dapat diartikan sebagai simbol keberanian, kekuatan diri, dan perjuangan melawan ketidakadilan. Nilai-nilai inilah yang disampaikan dan menunjukkan pentingnya berani bertindak saat menghadapi tantangan dan ketidakadilan, meski tanpa dukungan dari luar.